Dengan Izin Allah segala penyakit ada obatnya , Di setiap permasalahan ada solusinya

Sabtu, 08 November 2014

Asmara Pembungkam

Asmara Pembungkam ialah nama suatu ilmu atau ajian yang jika di amalkan atau di ucapkan bisa membungkam musuh atau lawan bicara. Artinya musuh/lawan bicara yang ada di hadapan kita tidak bisa berkata apa apa seakan akan bisu atau seperti orang linglung. Ajian inipun bisa juga di gunakan untuk membungkam hakim yang diketahui ada tanda tanda akan menyalahgunakan wewenangnya, membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.

Berikut adalah cara membuat azimat Asmara Pembungkam

1. Carilah kulit kidang/kijang.
2. Selanjutnya kulit kijang itu ditulisi ayat yang ke 108 dari Surat Thaaha. Dan saat menulis harus suci dari hadas besar dan hadas kecil. ( Berwudhu ).
3. Setelah itu kulit kidang/kijang tersebut di lipat kecil dan kemudian dibungkus dengan tembaga.
4. Kalau untuk menghadapi musuh atau hakim yang dzalim, azimat terbut ikatkan pada bahu sebelah kanan. Dan kalau untuk menyembuhkan anak yang selalu rewel azimat tersebut di kalungkan dengan memakai benang.

WA KHASYA'ATIL ASHWAATU LIR RAHMAANI FALAA TASMA'U ILLAA HAWSAA.

Demikian.

Senin, 03 November 2014

Menghapus rasa gelisah

Perjalanan kehidupan bagaikan menaiki sebuah perahu di tengah lautan. Terkadang tergoncang oleh terpaan angin, sekali kali terombang ambing oleh ganasnya gelombang. Sebagai nahkoda haruslah tangguh dan kuat menghadapi gejolak alam yang datang dan berubah tiba tiba.
Ada orang yang hatinya selalu gelisah, tidak tenang, mudah mengeluh padahal tidak menentu apa yang dipikirkan. Tetapi ada juga orang yang cepat gelisah hanya karena persoalan sepele dimana persoalan itu sebenarnya mudah diselesaikan. orang orang seperti diatas itu digolongkan sebagai orang yang berhati kecil , sehingga didalam menghadapi setiap persoalan kurang percaya pada dirinya sendiri.
Agar supaya orang tidak selalu gelisah dan raut wajahnya selalu menunjukkan kegairahan hidup, maka bacalah sebanyak mungkin shalawat fatih terutama setiap habis shalat fardhu.

inilah shalawat fatih yang di baca :
Allahumma shalli  wasallim 'alaa sayidina muhammadinil fatihi lima uqhliqa wal khatimi lima sabaqa, nashiril haqqi bil haqqi wal hadii ilaa shiratika mustaqiim.

Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kita nabi muhammad saw. yang telah dapat membuka segala sesuatu yang terkunci, yang menjadi penutup dari semua yang terdahulu, yang menolong kebenaran dengan jalan harapan, dan yang menunjukkan kepada jalan-Mu yang lurus.


Jumat, 21 Februari 2014

Cara mendapatkan pekerjaan

Assalamu'alaikum saudara2ku yang baik hati. Zaman semakin maju, dunia semakin berkembang. Namun tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan walau ijazah dan gelar segudang tidak mudah mendapatkan pekerjaan. Apalagi tidak ada sanak famili yang sudah memiliki posisi jabatan,atau tidak berani mengeluarkan pelicin maka jangan harap bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Untuk mencari kerja yang sesuai memang sulit. Tetapi meakipun demikian kita tidak boleh putus asa. Allah SWT selalu bersama dan menolong orang yang mau berusaha.
Selain berusaha secara lahiriah, maka perlu juga dibarengi dengan usaha batiniah,terutama selalu berdo,a kepada Allah SWT agar diberi jalan kemudahan dalam memperoleh pekerjaan. Untuk itu ikutilah petunjuk di bawah ini dengan penuh semangat dan keyakinan akan belas kasih Allah.

Caranya sebagai berikut :

1. Berpuasa dua hari, kamis dan jum,at. Artinya hari kamis dan jum,at permulaan bulan itu.
2. Pada malam jum,atnya ketika akan tidur membaca ayat yang tersebut dibawah ini tiga kali.
3. Pada hari jum,atnya sekitar jam 15 .00 ( jam 03 ) masih dalam keadaan berpuasa menulis ayat tadi.
4. Tulisan itu lalu dilipat dan disimpan yang baik.
5. Pada malam sabtu ketika akan tidur membaca :
      a. Laailaaha illallah 100 kali.
      b. Subhanallaah        100 kali.
      c. Astaqfirullaah        100 kali.
6. Pada hari sabtu tulisan tadi digantungkan diluar rumah. Insya,allah segera mendapatkan panggilan kerja.

Inilah ayat yang dibaca dan di tulis.

Wa qaalal maliku'tuuni bihii astakhlish hu li nafsii, fa lamma kallamahu qaala innakal yauma ladainaa makiinun amiin. Qalaj'alnii 'alaa khazaa_inil ardhi innii hafiizun 'aliim. Wa kadzaalika makkannaa li yuusufa fil ardhi yatabawwa-u minha haitsu yasyya' nushiibu bi rahmatinaa man nasya-u wa laa nudhii'u ajral muhsiniin.

Demikian.