Dengan Izin Allah segala penyakit ada obatnya , Di setiap permasalahan ada solusinya

Minggu, 29 April 2012

Untuk kewibaan dan mengusir jin jahat

Hoang , Hong Hyang kakang cahyo . Adam adegku , Rasulullah awakku , sakabehe jalmo manungso sing krungu , sing ora krungu . Sakabehing jalmo setan , jin peri kang gentayangan , sumilak kaya dening banyu kang keno lengo . Iki ono wong sakti tanpa jimat lagi lumaku . Sumingkiro , yen ora gelem bakal sirno ( hembuskan nafas ke kiri dan ke kanan serta ke belakang sebanyak lima kali ) .

Kemudian Lanjutkan :

Kang adoh karut , kang cedak kanyut , karut kanyut karut , karut saking kersaning Allah ( kemudian hentakkan kaki kanan tiga kali sambil menahan nafas ) .

Mantra ini akan memperbesar kewibawaan anda bila di amalkan dengan sungguh sungguh . Jika masuk hutan angker lalu membacakan mantra ini , maka jin penunggu hutan akan menjauh dari anda .

Cara mengamalkan Mantra ini adalah sebagai berikut :

1 . Mandi kramas pada malam selasa kliwon / pada saat memulai tirakat .
2 . Puasa berturut turut selama 41 ( empat puluh satu ) hari dan di akhiri dengan pati geni .


Jumat, 27 April 2012

Mantra untuk KEKEBALAN TUBUH

Sallallahu 'alahi wassalam , sukma rasa apa arane ki sukma mulya , Penggedene sapa ngandikane nabi , Allah wis pinara pitu , panggedene kang dadi rasaku. setan kang dadi sawiji wiji , sifat iman lamangku . Tibeng kiwa tengenku , sang karaka putih , sang hutu putih. Supa liyung , supa liyu. Pancer wesi rep liyep . ( Sampai disini tahan napas tiga detakan jantung ) kemudian dilanjutkan :

Sibetiwi jadag durung dumadi , sira pangeranku ngadeg gung satara ayun mangulon noleh mangetan dadi teguh tanpa jimat , arane bambang katong ( Kemudian menghembuskan nafas sebanyak tiga detakan jantung. Lalu pusatkan konsentrasi pada sasaran ) Selanjtnya membaca :

Bismillahirrahmanirrohim rontang jati arane kulit. Intar dadi getih , alam malakut otot lungguh ing balung. Alam lahut suwara alam napas. Pala si jempol lan empolan , tata malece geres . ( hembuskan nafas yang tertahan ke dada , tangan sampai telapak betis masing masing tiga kali ) Kemudian lanjutkan dengan bacaan :
Gunung gompal kempal , gunung mangli dhengkul , kirun wanakirun pupuku tengen , mangkarun pupuku kiwa , gunung ma'rifat kupingku tengen , gunung jabalkat kupingku kiwa , ubun ubunku pasdlan lillahi ta'ala .

Bacaan ini sangat ampuh jika dibaca ketika melakukan pati geni dan ngebleng . Artinya ketika dalam keadaan lelaku membaca mantra tersebut , sehingga tubuh kebal terhadap semua senjata tajam . Setelah menyelesaikan lelaku , bacaan ini hendaknya diamalkan setiap hari setelah sembahyang / Shalat fardhu .

Demikian semoga bermanfaat .
Salam hormat.

Jumat, 20 April 2012

Apa sebenarnya mu'jizat

Persoalannya ialah sebagaimana yang telah kami kemukakan. Yaitu mu'jizat tidak berlawanan dengan akal fikiran, ia hanya menyalahi atau menyimpang dari kebiasaan yang sering terjadi di alam kenyataan. Jika setiap perbuatan ( amal ) merupakan ciptaan langsung menururt kehendak Allah swt, tentu didalam hukum akal tak akan ada perbedaan antara terjadinya mu'jizat dan hal hal nyata ( visible ) yang terjadi berulang ulang tiap saat. Mu'jizat dibantah bukan karena ia tidak dapat diterima oleh akal, dan bukan karena tidak dapat dipikirkan. Tetapi bantahan yang sebenarnya ialah : Apakah mu'jizat benar benar penah terjadi dalam kenyataan, ataukah belum penah terjadi ! Apakah mu'jizat sesuatu yang diperlukan atau tidak diperlukan untuk meyakinkan akal fikiran ?

Menurut akal, mu'jizat bukan suatu hal yang tidak mungkin terjadi. Yang tidak dapat diterima oleh akal ialah : jika mu'jizat itu terjadi tanpa tujuan dan tanpa keperluan, karena masih ada kemungkinan lain yang tidak membutuhkan terjadinya mu'jizat. Karena sesungguhnya mu'jizat diperlukan untuk meyakinkan manusia manusia sombong yang ingin mengingkari kekuasaan illahi. Apakah aturan aturan dan hukum alam dapat berubah seketika ? Jawabnya ialah ; YA , DAPAT BERUBAH. Dalam hal itu , tidak ada perbedaan antara perubahannya yang terjadi pada suatu saat dan perubahannya yang terjadi pada seluruh keberadaan cakrawala dan alam semesta . Yang tidak mungkin ialah terjadinya perubahan secara sia sia tanpa tujuan, karena hal itu tidak dibutuhkan dan masih dapat dihindari. Demikianlah semestinnya soal mu'jizat dibahas dan dipersoalkan.

Perubahan segala sesuatu yang berada di alam wujud ini, bagi Dzat Yang Maha Kuasa dan Maha Mutlak , lebih mudah daripada perubahan rumus matematik bagi orang yang telah menguasainnya di luar kepala . Itu merupakan soal pemikiran semata mata , tak ada perbedaan antara hitungan yang banyak dan hitungan yang sedikit. Yang sama sekali tidak mungkin terjadi ialah jika perubahan itu terjadi tanpa tujuan dan sia sia belaka . Karena Allah Swt sesungguhnya tidak menciptakan sesuatu dengan sis sia dan tanpa maksud.

Al Qur'anul karim menunjuk berbagai kejadian yang menyimpang dari hukum kebiasaan , baik yang berupa mu'jizat maupun yang berupa sihir . Semuanya itu dikembalikan kepada sebab musabab yang pertama , yaitu sumber segala sebab musabab. Sumber tersebut adalah : Kehendak dan izin Allah Al-Khalik.
Allah berfirman ;
... Bagi kalian aku ( Nabi Isa ) membuat bentuk burung dari tanah , kemudian aku meniupnya lalu jadilah ia seekor burung seizin Allah ( Aali 'Imran , 49 ).
... Sulaiman sama sekali tidak pernah ingkar ( dengan berbuat sihir ),tetapi setan setanlah yang ingkar , mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan ( mengajarkan juga ) apa yang telah diturunkan kepada dua orang "malaikat" di Babil, ( yaitu ) Harut dan Marut. Padahal keduanya itu tidak mengajarkan sesuatu kepada siapapun sebelum menegaskan : Sesungguhnya kami ini hanyalah cobalah "bagi kalian" karena itu kalian jangan mengingkari Allah Swt. Kemudian dari kedua " malaikat" itu mereka belajar sihir dan dengan sihir itu mereka menceraikan suami istri.Tukang sihir itu sesungguhnya tidak dapat mendatangkan madharrat kepada siapapun kecuali seizin Allah swt. ( Al-Baqarah, 102 ).

Apa yang telah dilakukan oleh Harut dan Marut sebenarnya sama dengan yang dilakukan oleh orang pandai yang ber buat hal hal aneh , yang biasanya selalu berkata , bahwa apa yang dilakukannya itu adalah kelincahan tangan , mempermainkan penglihatan orang dan menguji fikiran.

Apapun yang telah dilakukan dua orang "malaikat" itu, sama halnya dengan semua kejadian yang menyimpang dari hukum kebiasaan. Hal itu tidaklah mustahil menurut akal , karena ebab musabab dan pelaksanaanya bersumber pada hikmah illahi . Mengenai perlunya cara itu ditempuh , atau mungkin dipakainya sesuatu cara lain , itu adalah soal metode untuk meyakinkan .

Minggu, 15 April 2012

Titah

Sungguhlah , bila Dia ( Allah ) menghendaki sesuatu , cukup bertitah : JADILAH ! Maka sesuatu itu pun jadilah ( Yaasin , 82 )
Jika kami menghendaki sesuatu , kepadanya kami cukup bertitah : JADILAH ! Maka ssesuatu itu pun jadilah . ( An-Nahl , 40 )
Maha suci Allah , apabila Dia telah menetapkan sesuatu , tinggal saja bertitah : Jadilah ! Maka sesuatu itu pun jadilah . ( maryam , 35 ).

segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi adalah seizin Allah ( atas perkenan-Nya )
Allah berfirman :

Dan Dialah Allah yang meniup angin sebagai pembawa berita gembira sebelum rahmat-Nya datang ( yakni hujan ) ; hingga bila angin itu telah membawa awan mendung , kami halau ke suatu daerah tandus , kemudian hujan kami turunkan di daerah itu , lalu dengan hujan itu kami keluarkan pelbagai macam buah buahan. ( Kamai tegaskan hal itu ) agar kalian mau menerima peringatan . dan tanah yang baik , tetanamannya tumbuh subur seizin Allah , Tuhannya. ( Al-A'raf , 58 )

Tiada apapun luput dari pengetahuan Allah , walau yang sebesar dzarrah ( atom ) dilangit dan di bumi , dan tiada pula yang lebih besar atau lebih kecil dari itu yang tidak tercatat di dalam Kitab yang terang . ( As-Saba , 3 ).
Tiada apa pun yang bernyawa akan mati kecuali seizin allah . ( Aali 'Imran . 145 ).

Yang sejalan dengan akal fikiran kita adalah bahwa segala yang terjadi , kecil atau pun besar tidak mungkin terjadi kecuali atas perintah penciptaan langsung dari kehendak Allah.
Adalah tidak sejalan dengan akal fikiran kita jika dikatakan bahwa sesuatu terjadi karena peranan sebab musabab , atau karena suatu hukum alam , baru kemudian karena kehendak Allah . Sebab , hukum alam sendiri tidak memiliki kesanggupan menerapkan dan menciptakan perseusian yang menyebabkan seribu kejadian menurut satu urutan . Hal itu , tidak bisa tidak , pasti membutuhkan kesanggupan atau kekuasaan yang diikuti oleh sebab musabab , saat demi saat dan satu demi satu dari kejadian itu .Dan tak ada perbedaan antara yang menyeluruh ( Universal ) dan yang partial ( sebagaian-sebagian ).

Ya , dalam hal itu tidak ada perbedaan antara hal2 baru yang hanya terjadi satu kali dan hal2 baru yang terjadi berjuta-juta kali. Semuanya dan pada mulanya , bergantung pada kehendak Allah . Kun Fayakuun ( Jadilah , Maka jadilah apa yang dikehendaki Allah ). Kalimat tersebut hanya untuk mendekatkan pemikiran kita kepada pengertian majazi ( analogi untuk memudahkan pengertian ). Bagi Allah Maha Pencipta semua persoalan jauh lebih mudah dari itu , jika ia memang menghendakinya .

Ungkapan majazi hanyalah untuk membuka akal fikiran manusia yang tertutup dan sukar sekali membayangkan soal penciptaan . Soalnya , karena akal mengira soal penciptaan adalah sekedar perihal membawa , memindahkan , menggerakkan hal2 yang berat. Mereka bingung menentukan angka2 hitungan dan ukuran benda benda yang akan di bagi penempatannya di ruang angkasa dan cakrawala yang amat jauh . Semuannya itu - menurut perkiraan akal - merupakan sesuatu yang mengandung petunjuk tentang kesanggupan yang berbeda dalam mencipatakan yang kecil dan yang besar .

Kita sendiri - manusia - mengetahui bahwa , menurut perhitungan kita , semua materi di alam wujud ini berakhir sampai kepada makna dan tujuan serta perbandingan2 matematik. Dengan demikian , hal menciptakan sesuatu bagi Dzat Allah Yang Maha Mutlak adalah soal2 ma'qulat ( reasonable ), karena soal tersebut berada dalam " akal " ( pengetahuan ) mutlak yang mengetahui segala sesuatu di alam wujud . Di dalam pengetahuan yang mutlak itu , tak ada perbedaan hal2 yang banyak dan sering terjadi . Tak ada perbedaan antara jauh dan dekat , karena di dalam "akal " ( pengetahuan ) yang mutlak , tidak ada jauh dan tidak ada dekat. Hal itu juga tidak membutuhkan soal pemindahan , serta tidak pula perlu membawa atau mengangkat hal hal berat .....!!!