Sungguhlah , bila Dia ( Allah ) menghendaki sesuatu , cukup bertitah : JADILAH ! Maka sesuatu itu pun jadilah ( Yaasin , 82 )
Jika kami menghendaki sesuatu , kepadanya kami cukup bertitah : JADILAH ! Maka ssesuatu itu pun jadilah . ( An-Nahl , 40 )
Maha suci Allah , apabila Dia telah menetapkan sesuatu , tinggal saja bertitah : Jadilah ! Maka sesuatu itu pun jadilah . ( maryam , 35 ).
segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi adalah seizin Allah ( atas perkenan-Nya )
Allah berfirman :
Dan Dialah Allah yang meniup angin sebagai pembawa berita gembira sebelum rahmat-Nya datang ( yakni hujan ) ; hingga bila angin itu telah membawa awan mendung , kami halau ke suatu daerah tandus , kemudian hujan kami turunkan di daerah itu , lalu dengan hujan itu kami keluarkan pelbagai macam buah buahan. ( Kamai tegaskan hal itu ) agar kalian mau menerima peringatan . dan tanah yang baik , tetanamannya tumbuh subur seizin Allah , Tuhannya. ( Al-A'raf , 58 )
Tiada apapun luput dari pengetahuan Allah , walau yang sebesar dzarrah ( atom ) dilangit dan di bumi , dan tiada pula yang lebih besar atau lebih kecil dari itu yang tidak tercatat di dalam Kitab yang terang . ( As-Saba , 3 ).
Tiada apa pun yang bernyawa akan mati kecuali seizin allah . ( Aali 'Imran . 145 ).
Yang sejalan dengan akal fikiran kita adalah bahwa segala yang terjadi , kecil atau pun besar tidak mungkin terjadi kecuali atas perintah penciptaan langsung dari kehendak Allah.
Adalah tidak sejalan dengan akal fikiran kita jika dikatakan bahwa sesuatu terjadi karena peranan sebab musabab , atau karena suatu hukum alam , baru kemudian karena kehendak Allah . Sebab , hukum alam sendiri tidak memiliki kesanggupan menerapkan dan menciptakan perseusian yang menyebabkan seribu kejadian menurut satu urutan . Hal itu , tidak bisa tidak , pasti membutuhkan kesanggupan atau kekuasaan yang diikuti oleh sebab musabab , saat demi saat dan satu demi satu dari kejadian itu .Dan tak ada perbedaan antara yang menyeluruh ( Universal ) dan yang partial ( sebagaian-sebagian ).
Ya , dalam hal itu tidak ada perbedaan antara hal2 baru yang hanya terjadi satu kali dan hal2 baru yang terjadi berjuta-juta kali. Semuanya dan pada mulanya , bergantung pada kehendak Allah . Kun Fayakuun ( Jadilah , Maka jadilah apa yang dikehendaki Allah ). Kalimat tersebut hanya untuk mendekatkan pemikiran kita kepada pengertian majazi ( analogi untuk memudahkan pengertian ). Bagi Allah Maha Pencipta semua persoalan jauh lebih mudah dari itu , jika ia memang menghendakinya .
Ungkapan majazi hanyalah untuk membuka akal fikiran manusia yang tertutup dan sukar sekali membayangkan soal penciptaan . Soalnya , karena akal mengira soal penciptaan adalah sekedar perihal membawa , memindahkan , menggerakkan hal2 yang berat. Mereka bingung menentukan angka2 hitungan dan ukuran benda benda yang akan di bagi penempatannya di ruang angkasa dan cakrawala yang amat jauh . Semuannya itu - menurut perkiraan akal - merupakan sesuatu yang mengandung petunjuk tentang kesanggupan yang berbeda dalam mencipatakan yang kecil dan yang besar .
Kita sendiri - manusia - mengetahui bahwa , menurut perhitungan kita , semua materi di alam wujud ini berakhir sampai kepada makna dan tujuan serta perbandingan2 matematik. Dengan demikian , hal menciptakan sesuatu bagi Dzat Allah Yang Maha Mutlak adalah soal2 ma'qulat ( reasonable ), karena soal tersebut berada dalam " akal " ( pengetahuan ) mutlak yang mengetahui segala sesuatu di alam wujud . Di dalam pengetahuan yang mutlak itu , tak ada perbedaan hal2 yang banyak dan sering terjadi . Tak ada perbedaan antara jauh dan dekat , karena di dalam "akal " ( pengetahuan ) yang mutlak , tidak ada jauh dan tidak ada dekat. Hal itu juga tidak membutuhkan soal pemindahan , serta tidak pula perlu membawa atau mengangkat hal hal berat .....!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar