Dengan Izin Allah segala penyakit ada obatnya , Di setiap permasalahan ada solusinya

Senin, 19 Desember 2011

Doa memohon kesejahteraan Rumah Tangga

Kehidupan rumah tangga dibangun atas prinsip kepercayaan, penghargaaan dan penghormatan di antara keduanya. Sehingga pemahaman pergaulan yang baik di sini adalah penggunaan etika, sopan santun dan sebagainya dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah saw, memberikan keteladanan dalam pergaulannya dengan istri-istrinya dengan bercanda, membuat istri-istrinya tertawa, berdiskusi dengan mereka bahkan terkadang juga membantu atau mengerjakan sebagian pekerjaan rumah tangga yang biasa dikerjakan oleh istri-istrinya.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
Menceritakan kepada kami Muhammad ibn Yahya, menceritakan kepada kami Muhammad ibn Yu>suf, menceritakan kepada kami Sufya>n dari Hisya>m ibn ‘Urwah dari Ayahnya dari ‘A>’isyah berkata: Rasulullah berkata saw, berkata: yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.
حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ قَالَتْ كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ
Menceritakan kepada kami A>dam, menceritakan kepada kami Syu’bah, menceritakan kepada kami al-H}akam dari Ibra>hi>m dari al-Aswad berkata: aku bertanya kepada ‘A>isyah apa yang dikerjakan Nabi saw, dirumahnya? ‘A>isyah berkata: beliau mengerjakan pekerjakan yang biasa dilakukan keluarganya dan ketika tiba waktu shalat beliau keluar untuk melaksanakan shalat.
Melalui dua riwayat di atas, dapat dipahami bahwa pergaulan yang baik dalam kehidupan rumah tangga dapat juga diartikan sebagai kerjasama dan pembagian peranan antara suami dan istri. Masing-masing suami istri merupakan pelaku aktif terhadap peranan-peranannya dalam rumah tangga. Masing-masing memiliki dirinya sendiri namun merupakan kesatuan yang melengkapi satu sama lain.
Seorang laki-laki tidak dapat hidup jauh dari seorang istri, begitu juga sebaliknya karena masing-masing adalah tempat mendapatkan ketenangan hati. Di antara konsekuensi pergaulan yang baik sebagaimana dimaksud di atas, adalah kewajiban saling menjaga kesucian dengan adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan biologis. Tuntutan tersebut merupakan salah satu alasan penting sehingga disyari’atkannya adanya pernikahan. Melalui pernikahan masing-masing dapat menjaga kesucian dirinya dari perbuatan yang dilarang dalam Islam. Selain itu pernikahan adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan keturunan. Hanya perempuanlah yang dibekali dengan organ-organ reproduksi sehingga wajar jika Islam menaruh pehatian besar pada perempuan untuk melahirkan anak karena hal itu merupakan proses yang transendental dan suci.
Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Oleh karena itu tidak di perkenankan salah satu di antara pasangan menolak hak pasangannya untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan biologis, kecuali terdapat hal-hal yang dapat mencegahnya secara syar’i seperti haid, nifas, puasa wajib, ihram ataupun sakit. Hubungan seksual adalah ibadah ketika disalurkan pada tempat yang dihalalkan. Ketidakseriusan pasangan memenuhi kebutuhan ini pada pasangannya adalah hal yang dapat merusak keberlangsungan rumah tangga karena insting seksual merupakan insting paling kuat atau di antara yang paling kuat dalam perilaku manusia,sehingga dalam konstruk fiqih banyak ulama’ yang merumuskan bahwa seorang suami tidak diperkenankan meninggalkan istrinya ataupun sebaliknya lebih dari empat bulan. Selain beberapa hal tersebut, saling mendapatkan warisan merupakan hak bersama yang diperoleh sebagai konsekuensi adanya pernikahan. Hak tersebut dapat diperoleh ketika salah satu di antaranya meninggal setelah terjadinya akad nikah bahkan sebelum terjadinya dukhul (hubungan seksual) sekalipun.

Dan inilah Doa memohon kesejahteraan Rumah Tangga.
Allahumma inni as-alukal 'aafiyata fiidiinii wa dunyaaya wa ahlii wa malii . Allahumma ustur 'aurotii wa aamin rou'ati wahfidnii min baini yadayya wa min kholfi wa 'an yaamiini wa 'an syimaalii wa min fauqi wa a'uudzu bi 'adlmatika an ughtala min-tahtii .

Artinya :
Wahai Allah , sesungguhnya aku memohon keselamatan kepada-Mu pada agamaku dan segala urusan duniaku , keluargaku dan hartaku . Wahai Allah , semoga kiranya engkau menutupi cacatku dan mengamankan ketakutanku  , menjagaku dari arah depan dan kiriku , serta dari arah atasku . Dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari godaan yang merusakkan dari arah bawahku .

Penjelasan :
Imam Nasa'ie dan Ibnu majah telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra . Bahwa Rosulullah Saw senantiasa berdoa dengan doa tersebut untuk memohon kesejahteraan lahir dan batin terhadap rumah tangganya . Karena itu , marilah kita membiasakan membaca doa tersebut .

Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar